Minggu, 17 Maret 2013

Berani Dan Mau ke Rumah Sakit

  Rasa sedih dan bingung orang tua karena kekhawatiran putra ataub putrinya dirawat di rumah sakit akan semakin bertambah apabila anak stress dan takut apabila anak dibawa ke rumah sakit. Bayangan akan tempat yang sepi, ruang sepi, harus tidur sendiri, dan kekhawatiran lain yang membuat anak takut. Rasa takut yang berlebihan pada akhirnya akan memperburuk kondisi kesehatan anak. Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi dan menghilangkan rasa takut anak menjadi hal penting yang harus kita upayakan.

  Tips dibawah ini dapat dilakukan agar anak berani dan mau ke rumah sakit.
  • Siapkan mental anak terlebih dahulu dengan penjelasan penjelasan penting yang berhubungan dengan alasan yang harus membawanya ke rumah sakit, kondisi penyakit, dan sikap pengobatan serta manfaat yang didapat dengan berobat ke rumah sakit.
  • Tawarkan kepadas anak untuk membawa mainan sederhana kesukaannya seperti boneka atau mobil- mobilan dan tentu saja dengan seijin dokter selama proses penyembuhan. Mainan tersebut dapat di gunakan untuk mengusir kebosanan.
  • Jelaskan pada anak bahwa tempat yang dituju akan sangat menyenangkan. Mialnya dokter dan perawat yang ramah dan baik, orang tua diperbolehkan mendampingi anak, tempatnya bernuansa ceria serta dilengkapi dengan tempat bermain sederhana, dan lain lain.
  • Jika memungkinkan komunikasikan rasa takut yang dimiliki anak kepada perawat atau dokter sebelumnya. Sehingga diharapkan mereka dapat melakukan perawatan serta pemeriksaan dengan pendekatan yang menyenangkan.
  • Pada dasarnya anak yang sedang sakit sangat membutuhkan motivasi dan dukungan moril. oleh karena itu , kehadiran orang orang terdekat akan sangat berarti bagi anak , jelaskan kepada anak bahwa mereka akan selalu mendampingi di rumah sakit.
  • Bersabarlah jika menghadapai perilaku anak yang agak rewel dan mudah menangis. saat seperti itu agak tidak tepat apabila menuntut anak berperilaku seperti orang dewasa.

Jumat, 08 Maret 2013

AGAR ANAK MUDAH BERADAPTASI DENGAN LINGKUNGAN

 Adakalanya beberapa orang tua sering berpindah tempat karena tuntutan pekerjaan,sehingga sering mengalami beberapa macam kendala. Bagaimana memindahkan dan merapikan kembali perabotan rumah tangga, mempelajari kembali adat istiadat atau kebiasaan tempat tinggal, mempelajari tempat tempat penting yang perlu dikunjungi sewaktu-waktu, seperti supermarket, rumah sakit, pasar tradisional, dan lain". Diluar itu, yang tidak kalah pentingnya adalah mempersiapkan mental anak-anak tercinta agar mereka dapat menerima perubahan dan dapat beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
 Hal ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi jika mereka sudah mersa nyaman di tempat tinggal sebelumnya dan sudah mendapatkan teman- teman sepermainan yang cocok dengan mereka. Na,um hal itu tetap saja harus dilakukan dengan cara- cara yang penuh dengan suasana damai jauh dari unsur pemaksaan.

KIRANYA BEBERAPA TIPS INI DAPAT MEMBANTU
  • Usahakan untuk memahami terlebih dahulu situasi dan kondisi tempat tinggal yang akan menjadi tempat tinggal berikutnya. 
  • Susun butir- butir apa saja yang perlu disampaikan kepada anak-anak
  • Lakukan dalam suasana rapat keluarga yang demokratis, penuh keakraban, dan kenyamanan dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh anak.
  • Buatlah kesimpulan dan berikan penjelasan secara perlahan tanpa ada kesan memaksa kepada setiap anak
  • Carilah alternatif seperti tinggal di tempat salah satu kerabat dekat untuk sementara waktu. Hal ini dilakukan apabila karena satu dan lain hal menyebabkan tidak semua anggota keluarga dapat pindahsecara bersamaan misalnya ada anak yang akan menghadapi ujian sekolah.
Dengan beberapa tips diatas diharapkan anak anak dapat terbiasa dan mudah beradaptasi dimana saja mereka berada. Orang tua tetap dapat menjalankan aktivitas pekerjaannya dengan baik karena adanya dukungan penuh dari keluarga yang dicintainya.