Jumat, 11 April 2014

Mepersiapkan Anak Memasuki Dunia Sekolah

 
Berbagai pertanyaan bermunculan dalam benak orang tua. Apa yang perlu dipersiapkan ketika si kecil pertama kali masuk sekolah? Apakah ia dapat mengikuti pelajaran dengan baik? Bagaimana ia makan di sekolah ? Siapa yang menyuapinya ? Bagamana pula jika tertular penyakit temannya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas, marilah kita ikuti uraian berikut.

Pada usia pra sekolah, pertumbuhan dan perkembangan anak masih tergantung pada bantuan orang dewasa. Misalnya perawatan, bimbingan, makanan, pakaian, dan keamana. Namun, pada usia empat tahun sifat ketergantungannya semakin berkurang. Dan kemampuan berdiri sendiri maju pesat. Secara motorik anak lebih matang. Ia akan berusaha meraih dan memegang barang dengan kemampuannya sendiri. Demikian pula dengan kemampuan daya pikirnya, akan mencapai fase dimana ia ingin mencoba melakukan sesuatu sendiri. Dia ingin mengetahui nama semua barang yang menarik perhatiannya. Dengan meningkatnya aktifitas dan kemampuan motorik anak, konflik dengan orang tua akibat sering dilarang dapat dikurangi.

Jika di sekolah tidak di sediakan makanan dan minuman, bekalilah anak dari rumah. Lebih hemat dan sehat. Pada awal awal masuk sekolah perlu diberitahukan kepada guru untuk mengingatkan anak bahwa ia disiapkan bekal dari rumah.

Persiapan lain yang bersifat persiapan fisik, misalnya dengan memeriksa KMS anak dan kelengkapan imunisasi. Hal ini dapat memperkecil kemungkinan tertular penyakit di sekolah.

Imunisasi yang seharusnya telah didapat anak usia TK sebagai berikut :  
  1. BCG yang berhasil/ jadi ( tampak tanda/keloid ) di lengan kanan atas.
  2. Hepatitis 3 kali
  3. Poliomyelitis 5 kali diberikan antara umur 0 sampai 3-4 bulan dan 18 bulan
  4. DPT ( difteri, pertusis/kinghoes/batuk rejan/100 hari dan tetanus) 4 kali dimana yang 3 kali diberikan diantara umur 2-5 bulan, dan yang sekali pada umur 18 bulan.
  5. Kecuali vaksin vaksin wajib yang sudah tersedia di puskesmas ( No 1-4), juga tersedia di layanan kesehatan swasta. Vaksin vaksin: HIB ( haemofilus influensa B ) atau yang lebih dikenal dengan radang otak / meningitis, Tyfus dan Hepatitis A. Juga ada vaksin untuk Varicella atau cacar air/ cangkrang.
Periksalah sekali lagi vaksin apa yang belum pernah diberikan atau tidak lengkap pemberiannya. Mintalah saran kepada dokter anda.

Terakhir, apakah anda pernah memperhatikan kesehatan gigi anak ? pastikan bahwa gigi mereka dalam kondisi bagus, sehingga selama di sekolah tidak akan terjadi sakit gigi dengan segala konsekuensinya. Bukankah ada puskesmas yang sudah melayani kesehatan gigi?
 
Kecuali semua yang sudah disebutkan diatas, adakah kondisi kondisi kesehatan khusus yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari dokter anak? Hal ini perlu disampaikan kepada pihak sekolah atau guru, sehingga selama di sekolah guru dapat ikut membantu.

Nah hilangkan rasa khawatir anda terhadap si kecil di sekolah. Jika semua persyaratan telah terpenuhi, maka si kecil siap memulai sekolah.



Rabu, 09 April 2014

Bermain & Permainan Anak Usia Dini



Bermain : Suatu aktifitas yang langsung / spontan dimana seorang anak berinteraksi dengan orang lain, benda-benda disekitarnya, yang dilakukan dengan senang / gembira atas inisiatif sendiri, menggunakan daya khayal (imajinatif), menggunakan panca indera dan seluruh anggota tubuhnya.


USIA 0-6 BULAN :  Belajar dengan melihat  (learning by watching)
USIA 6-1 TAHUN :  Belajar dengan menyentuh ( learning by touching )
USIA 2-6 TAHUN :  Belajar dengan melakukan kegiatan ( learning by doing )


3 JENIS BERMAIN :
  1. Main Sensorimotor > Anakmain dengan benda untuk membangun presepsi
  2. Main Peran  > Anak bermain dengan benda untukmembantu menghadirkan konsep yang  sudah di miliki
  3. Main Pembangunan   > Anak bermain dengan benda untuk mewujudkan ide/gagasan yang dibangun dalam pikirannnya menjadi suatu bentuk nyata.